Monday, 7 July 2014

Ramai-ramai Musisi Internasional Pasang "Hashtag" #Jokowi9Juli

Tak hanya artis musik legendaris dari Inggris, Gordon Matthew Thomas Sumner alias Sting, yang menyuarakan dukungannya untuk calon presiden Joko Widodo atau Jokowi di jejaring sosial Facebook. Jajaran musisi dan seniman internasional juga menyuarakan dukungan lewat media sosial seperti Twitter.

Dukungan untuk Jokowi juga datang antara lain dari vokalis Jason Mraz, gitaris Ron Bumblefoot Thal "Guns N' Roses, dan grup band Arkarna. Tagar alias hashtag #Jokowi9Juli juga dipasang dalam pernyataan dukungan mereka.

Jason Mraz, misalnya, menulis, "To my friends in Indonesia, this week you are empowered with your vote! Get involved in democracy and be heard! #Jokowi9Juli #yes!" Kicauan ini sudah dikicaukan ulang lebih dari 25.000 kali dan ditandai sebagai favorit oleh 4.000-an akun per Selasa (8/7/2014) pukul 08.00 WIB.

Adapun Bumblefoot berharap Jokowi sukses dalam Pemilu Presiden 2014. "Best of luck to @jokowi_do2 !! :) I Support Jokowi #Jokowi9Juli #Indonesia," tulis gitaris yang sudah dua kali tampil di Jakarta itu.

Sementara itu, band elektronic rock asal Inggris, Arkarna, menuliskan tegas dukungannya untuk Jokowi. "The amount of support for Jokowi is Incredible! My phone has been paralysed with notifications from the retweets! ???????? #ArkarnaVoteJokowi," lewat akun @arkarna.

Arkarna juga menulis bahwa kicauan dukungan itu bukan bayaran dan bukan pekerjaan para peretas. "Absolutely NOT! RT @izza_paulus: @arkarna to clarify, u guys not getting paid, begged, hacked, etc to #arkarnavotejokowi right? #Jokowi9Juli," tepis Arkarna.

Sama seperti Arkarna, dari dalam negeri, vokalis yang juga guru vokal Indra Aziz mengatakan mustahil Jokowi sengaja membayar para pesohor dunia tersebut untuk sekadar berkicau menyatakan dukungan. "Hebat yaa Jokowi bisa bayar Sting, Jason Mraz, Arkarna, gitaris GnR, wow. RT @asyqaria: Dibyar kali yee"@IndraAziz: #Jokowi9Juli," ujar dia lewat akun @IndraAziz.

Saturday, 5 July 2014

Sukarelawan Piala Dunia dari Indonesia

Di antara 15.000 sukarelawan pada Piala Dunia 2014 Brasil, hanya ada seorang warga Indonesia. Dia tak lain Vidyah Payapo (23) yang tinggal di kawasan Radio Dalam, Jakarta. Ia terpilih menjadi sukarelawan setelah lolos seleksi Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang dilakukan secara ”online”.
Oleh FIFA, perempuan kelahiran Ambon pada 1991 ini ditugaskan di Stadion Beira Mar, Porto Alegre, kota di sisi tenggara Brasil. Bagaimana kesan-kesan Vidyah selama bertugas sebagai sukarelawan transportasi tim Piala Dunia yang membuatnya bisa berada dekat dengan pemain kelas dunia? Berikut penuturan Vidyah yang diwawancarai wartawan Kompas, Adi Prinantyo, di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (3/7/2014) malam.

Bagaimana bisa terpilih jadi sukarelawan?
Mulanya karena saya menyukai Brasil. Ini pengaruh keluarga saya yang memang cinta Brasil sejak dulu, terutama karena prestasi sepak bolanya. Jadi, bagi saya, Brasil ini negara impian. Makanya, begitu mendengar Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, saya ingin sekali bisa ke sini.
Kebetulan ada informasi FIFA membuka lowongan untuk menjadi sukarelawan. Saya mendaftarkan diri secara online pada September 2013. Proses berikutnya, bulan Oktober, panitia pelaksana di Brasil meminta waktu untuk mewawancarai saya melalui Skype.
Wawancara berlangsung pada 22 November 2013 tengah malam WIB. Saya sudah mempelajari peraturan sepak bola dan FIFA, juga soal negara Brasil. Di luar dugaan, pertanyaan lebih terkait kepribadian, misalnya bagaimana mengatasi masalah di dalam tim, bagaimana menemukan solusi, dan sebagainya.

Kapan kepastian diterima jadi sukarelawan?
Masih ada proses ujian pada Januari 2014 yang langsung berlanjut dengan pelatihan. Itu juga berlangsung online selama satu jam, dan baru pada tes ini materinya seputar FIFA, Brasil, dan sepak bola. Bulan Maret, saya ditawari bekerja di Porto Alegre, disusul pengumuman diterima tanggal 24 April 2014.
Sebenarnya saya ingin ditugaskan di Rio de Janeiro dan Brasilia. Akan tetapi, saat tahu penugasannya ke Porto Alegre, tetap saya terima. Rio dan Brasilia diutamakan untuk yang sudah berpengalaman karena menjadi dua kota tersibuk selama Piala Dunia ini. Saya sudah senang sekali terpilih menjadi sukarelawan, dan satu-satunya dari Indonesia.

Biaya ke Brasil didanai FIFA?
Tidak, namanya juga sukarelawan. Saya bersyukur bisa mendapatkan sponsor yang membiayai perjalanan dari dan ke Brasil serta akomodasi selama di sini, yaitu dari Pelindo II. FIFA hanya mendanai transportasi dalam kota Porto Alegre, konsumsi selama bertugas, dan seragam kerja.
Hal yang membuat senang dan bangga, saya mendapatkan sertifikat dan medali berkat penugasan ini. Jadi makin bersemangat untuk mendaftar jadi sukarelawan di acara lain. Saya sudah mendaftar untuk Piala Asia 2015 di Australia dengan mencantumkan informasi pernah bertugas di Piala Dunia 2014 Brasil.

Bagaimana mekanisme kerja sebagai sukarelawan?
Saya ditugaskan di bagian transportasi. Intinya, semua sukarelawan harus berada di stadion jauh sebelum pertandingan dimulai. Kalau (pertandingan) dimulai jam satu siang, kami sudah harus datang jam tujuh pagi. Dimulai jam lima sore, harus datang jam sembilan pagi.
Selama pertandingan terlihat sukarelawan santai-santai, padahal tidak juga. Kami repot sekali sebelum laga dimulai. Setelah selesai juga masih ada pekerjaan.

Senang, ya, bisa dekat dengan pemain-pemain hebat.
Ya, senang apalagi saya suka sepak bola. Tetapi, sebagai sukarelawan, kami terikat peraturan, misalnya tidak boleh berfoto dengan pemain. Ada sukarelawan yang ketahuan berfoto dengan pemain tanda pengenalnya dicabut.
Sukarelawan juga tidak boleh menonton laga. Makanya, saya sempat bersitegang dengan petugas keamanan Beira Mar karena saya dan beberapa teman dilaporkan menonton selama 90 menit, padahal yang terjadi bukan begitu.

Hal menarik selama bertugas?
Salah satunya saat sebelum pertandingan Perancis melawan Honduras, 15 Juni. Bus pemain tidak bisa masuk garasi stadion karena garasinya kecil. Padahal, bus pemain, kan, besar sekali.
Akhirnya pemain keluar dari bus tanpa masuk garasi sehingga harus berjalan agak jauh menuju ruang ganti. Karim Benzema (penyerang Perancis) sampai ketawa-ketawa saat keluar dari bus. Mungkin dia pikir, kok bisa-bisanya itu terjadi.

Rahasia Jerman Kalahkan Prancis

 Tim nasional Jerman berhasil mengalahkan Prancis di babak perempat final Piala Dunia, Sabtu (5/7/2014) dinihari WIB. Tampil di Stadion Jornalista Mario Filho, Jerman menang 1-0 berkat gol Mats Hummels.

Kemenangan tersebut mampu membawa Jerman ke babak semifinal. Keberhasilan itu tak lepas dari kerja keras skuat Der Panzer khususnya di sektor lini pertahanan.

"Saya pikir kedua tim bermain baik di laga ini. Kami tak memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Namun kami tak ingin memberikan kesempatan bagi Prancis yang memiliki striker berkelas. Kami menutup gerak mereka dengan baik dan itulah kuncinya," ungkap pelatih Jerman, Joachim Low seusai pertandingan.

"Mereka juga melakukan hal yang sama pada kami. Prancis memberikan segalanya untuk menyamakan kedudukan. Tapi Mats Hummels dan Jerome Boateng bermain sangat baik. Manuel Neuer juga melakukannya dengan begitu baik," ujarnya.

Di babak semifinal nanti, Jerman akan berhadapan dengan Brasil. Laga tersebut akan digelar di Stadion Governador Magalhes Pinto 9 Juli 2014 mendatang. (Van)

(Bagusthira Evan Pratama - Liputan6)

Ternyata, Trofi Piala Dunia Ini Terbuat dari Tembikar yang harganya cuma Rp 36.000

Desa Bat Trang di Vietnam sudah lama tersohor sebagai sentra tembikar. Desa itu pun telah bertahun-tahun menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Letaknya cuma 13 kilometer dari ibu kota Vietnam, Hanoi, tulis Bangkok Post pada Jumat (4/7/2014).

Kini, selain dengan ciri khas barang-barang peralatan dapur dan penghias tanaman dari tanah lempung tersebut, Bat Trang juga meriah dengan trofi-trofi Piala Dunia. Tinggi trofi tersebut persis sama dengan yang asli, 36 cm, meski bobotnya jauh lebih ringan.

Tak cuma itu, trofi Piala Dunia di Bat Trang juga berkilau warna emas, tetapi tak terbuat dari emas 18 karat sebagaimana aslinya. Harga satuannya cuma 3 dollar AS atau setara 97 baht, atau sekitar Rp 36.000.

Adalah perajin asal Bat Trang Vuong Hong Nhat yang punya ide brilian membuat trofi tersebut. Awalnya, dia hanya membuat untuk keluarga dan kawan-kawannya sejak setahun silam.

Rupanya, ide Hong Nhat makin berkembang. Sejak awal tahun ini, dia menjual produknya ke khalayak. Jadilah ia kemudian kebanjiran pesanan. Singkat cerita, 44 keluarga perajin di Bat Trang beralih memproduksi trofi-trofi tersebut. "Lucu kan. Anda bisa menempatkan trofi itu di jendela atau di meja," tuturnya.

Rerata, Vuong Hong Nhat tiap hari bisa memproduksi 50 trofi. Menariknya, semua produk itu ludes dibeli orang. Meski tim nasional Vietnam belum mampu menyentuh Piala Dunia, rakyat Vietnam sudah bisa memegang trofi Piala Dunia.

Sumber: kompas.com

Friday, 4 July 2014

Intip Aktivitas Seks Pesepak Bola Selama Piala Dunia 2014

Sisi lain kehidupan Cristiano Ronaldo, Robin van Persie, Lionel Messi, Neymar Jr, atau bintang sepak bola lainnya selalu menarik buat disimak, terutama bila berhubungan dengan kekasih atau istri masing-masing. Lalu, bagaimana aktivitas seksual mereka selama Piala Dunia 2014?

Padatnya jadwal latihan dan pertandingan, tempo bermain tinggi plus tekanan, menjadi rutinitas pemain sepak bola selama berlaga di turnamen Piala Dunia. Tentunya, untuk melepas lelah dan rileksasi, para pesepak bola ini memerlukan aktivitas khusus untuk meredakan rasa penat. Nah, salah satunya adalah dengan meluangkan waktu senggang bersama pasangan.

Namun, sayangnya, tidak semua pelatih timnas membebaskan para pemainnya untuk menikmati waktu dengan pasangan mereka. Seperti dikutip Daily Mail, Robin van Persie atau Arjen Robben lebih beruntung karena pelatih Belanda Louis van Gaal membebaskan pemainnya untuk bertemu pasangan, bahkan tinggal bersama di hotel. Alhasil, Van Persie pun bebas melepas rindu bersama sang istri, Bouchra.

Pemain Jerman juga diberikan kesempatan bertemu dengan pasangan mereka. Arsitek Joachim Loew lebih moderat soal ini dengan mengizinkan pasukannya "bercinta" pada masa Piala Dunia. Mesut Oezil, Thomas Mueller, atau Bastian Schweinsteiger dengan mudah bertemu pasangan masing-masing.

Perancis, Brasil, dan Kosta Rika memiliki aturan yang lebih rumit tentang akvititas para atletnya. Pemain masih memungkinkan bertemu dengan pasangannya hanya tidak tinggal bersama dalam hotel. Sementara itu, pemain Argentina, Belgia, dan Kolombia baru belakangan ini diizinkan bertemu pasangan.

Beberapa pelatih menekankan bahwa seks bukanlah hal terpenting. Arsitek Brasil Luiz Felipe Scolari mempersilakan pemainnya berhubungan intim dengan pacar atau istri, tetapi dengan syarat-syarat tertentu.

"Para pemain bisa berhubungan seks normal selama Piala Dunia. Biasanya seks yang normal dilakukan dengan cara seimbang, tetapi tidak dengan cara tertentu seperti melakukan seks gaya akrobatik. Kami akan memberi batas dan survei kepada para pemain," ujar Scolari.

Pelatih Kosta Rika Jorge Luis Pinto mengaku bahagia bila melihat pemainnya tampak bahagia seusai bercinta dengan sang kekasih. Selain itu, Luis Pinto percaya menekan gairah seks dalam waktu yang lama memiliki efek yang merugikan buat atlet.

Sayangnya, kebijakan waktu santai bersama pasangan tidak diterapkan pada timnas Inggris. "Akibatnya", The Three Lions terusir di babak penyisihan grup dan gagal "klimaks" di Piala Dunia 2014.

Sumber: kompas.com

Jangan Kira Keramas Setiap Hari Tak Berbahaya

Tinggal di negara dengan iklim tropis di Indonesia menyebabkan kulit kepala jadi lebih berminyak dan rambut cepat lepek. Akibatnya, seharian Anda sering mengalami tragedi bad hair day.

"Rambut lepek dan kulit kepala yang berminyak, itu akibat paparan sinar matahari dan polusi udara sehari-hari. Ini masalah utama perempuan Indonesia," kata Indra Tanudarma, Senior Education Manager Loreal Professionnel Indonesia, saat peluncuran Hair Spa DX di PT Loreal Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2014).

Salah satu langkah andalan yang dilakukan oleh para wanita untuk mencegah bad hair day adalah dengan keramas setiap hari. Hanya saja, menurut Indra, sebenarnya cara yang demikian bukanlah jalan keluar yang tepat.

Sebenarnya, keramas setiap hari hanya diperuntukkan bagi orang yang memiliki kulit kepala berminyak, untuk menekan produksi minyak berlebihnya tersebut. "Kelihatannya sih masalah bad hair day ini memang bisa diatasi dengan sering keramas. Namun, hati-hati, keramas setiap hari juga bisa berbahaya untuk kulit kepala," ujarnya.

Keramas setiap hari bisa jadi berbahaya untuk kulit kepala jika sampo yang digunakan ternyata tidak cocok dan tidak sesuai dengan kebutuhan kesehatan rambut Anda.Jika ingin keramas setiap hari, pastikan pilih produk sampo yang lembut dan memang diperuntukkan dipakai setiap hari.  

Jika sampo yang tidak digunakan bukan untuk pemakaian harian, maka bahan kimia yang terkandung dalam sampo bisa merusak kulit kepala. "Sampo non-daily yang dipakai untuk penggunaan harian menyebabkan agresi ke kulit kepala sehingga kulit kepala jadi lebih sensitif," kata Indra.

Selain itu, sampo non-daily bisa menghilangkan hydrolipid (minyak alami) di kulit kepala. Hal ini akan membuat kulit kepala dan batang rambut jadi kering, serta menyebabkan ketombe. "Boleh saja keramas setiap hari, tapi pastikan pilih produk sampo yang tepat untuk penggunaan setiap hari," jelasnya.

 

Sumber: kompas.com

Thursday, 3 July 2014

Perempuan Hobi “Selfie” dengan Wajah Bebek Memiliki Gangguan Jiwa

Perkembangan teknologi tidak hanya berimbas pada hadirnya sejumlah gadget canggih dan pesatnya akses informasi, tetapi juga berpengaruh pada gaya hidup penggunanya, salah satunya adalah perilaku selfie, yakni perilaku seseorang yang gemar mengabadikan dirinya sendiri.
Pose andalan saat melakukan selfie adalah ekspresi wajah bebek atau lebih dikenal dengan sebutan duck face, yakni memanyunkan bibir secara sensual dan menyipitkan mata, tujuannya sih supaya terlihat menggemaskan dan imut. Tetapi ternyata, di balik kebiasaan yang umumnya dilakukan oleh perempuan ini, terungkap temuan yang menyebutkan bahwa bisa jadi orang yang melakukannya terganggu secara mental.
Menurut sebuah penelitian psikologi yang dirilis di sebuah situs Antiduckface.com secara lugas menyatakan bahwa orang yang mengambil fotonya sendiri dengan ekspresi wajah sengaja dibuat untuk mengecoh perhatian, seperti salah satunya memajukan bibir, kemungkinan besar memiliki gangguan jiwa.
Komentar serupa juga dituturkan oleh Dr Pamela Rutledge, Director Media Psychology Research Centre, seperti dikutip dari Mashable.com, “Berkaca dan memotret diri sendiri atau selfie adalah dua hal yang berbeda. Dengan mematut diri di depan kaca menimbulkan pergerakan yang nyata, sedangkan selfie lebih kepada imaji yang Anda ciptakan sendiri demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Hal yang demikian menunjukkan seseorang yang kesepian, butuh pengakuan, selalu ingin menjadi pusat perhatian dan biasanya tidak terlalu pintar.”
Pose dengan ekspresi wajah bebek ini menunjukkan rendahnya kepercayaan diri dengan wajah natural dan takut tidak terlihat menarik. Memang benar, pose duck face dapat menyamarkan kekurangan wajah, tetapi bukan berarti Anda terlihat lebih memikat!
Bahkan kebiasaan berpose seperti wajah bebek, untuk kemudian diedit menggunakan filter yang biasanya langsung tersedia pada beberapa aplikasi media sosial, menurut Dr Pamela, merupakan pemicu terciptanya gaya hidup pencitraan, di mana sejumlah orang menciptakan tuntutan pada diri sendiri untuk mendapatkan penilaian terbaik dari publik terhadap mereka.
Bagi Anda yang gemar memotret diri sendiri dengan ekspresi bak wajah seekor bebek ini, tak perlu khawatir. Meskipun diklaim sebagai gangguan psikologis, tapi tidak memberikan dampak buruk pada diri Anda dan juga lingkungan sosial. Namun, setidaknya pertimbangkanlah sebagai alarm untuk menguranginya karena wajah yang tersenyum manis dan binar mata nan cerdas lebih sedap dipandang dibandingkan bibir yang dimonyongkan!

Sumber: http://female.kompas.com